kerajinan tangan indonesia

6 Kerajinan Tangan Asli Indonesia

Posted on

Kerajinan tangan adalah suatu produk yang diciptakan dengan menggunakan tangan sehingga menghasilkan nilai jual. Kerajinan tangan bisa juga dibilang karya seni karena memang dalam pembuatannya mengutamakan keterampilan tangan. Semakin tinggi kualitas dan tingkat kesulitan produk yang dibuat makan nilai jualnya semakin tinggi.

Ada banyak produk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para pengrajin di Indonesia. Sebagian diantaranya ada yang sampai mendunia dan bahkan diakui oleh UNESCO.

Produk kerajinan tangan yang dihasilkan memiliki 2 fungsi, yaitu fungsi pakai dan fungsi hias.

Fungsi pakai dari kerajinan tangan adalah produk kerajinan tangan yang lebih mengutamakan kegunaannya daripada keindahannya. Sedangkan fungsi hias lebih mengutamakan keindahannya daripada kegunaan produk tersebut.

Setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam. Oleh karena itu, produk kerajinan tangan yang dihasilkan setiap daerah di Indonesia itu ada banyak macamnya sesuai dengan daerah asalnya.

Berikut macam-macam kerajinan tangan yang ada di Indonesia dan daerah asalnya.

Kerajinan Tangan Indonesia dan Daerah Asalnya

Batik

Pelopor seni lukis batik modern, K. Kuswadi mengatakan batik itu berasal dari kata jawa yaitu Mbatik. Mbatik terdiri dari 2 suku kata, mbat dan tik.

Mbat artinya melemparkan, dan tik artinya titik.

Jadi batik bisa diartikan dengan melemparkan atau mencorakan titik-titik pada sebuah kain.

Batik merupakan kerajinan tangan indonesia yang sangat terkenal. Bukan hanya di Indonesia bahkan sampai dunia pun mengetahui batik.

Saking terkenalnya UNESCO sampai memberikan penghargaan terhadap batik sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia atau Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Setiap daerah di Indonesia yang memproduksi batik, memiliki ciri khas tersendiri.

Batik yang paling terkenal di Indonesia berasal dari Jakarta, Cirebon, Pekalongan, Jogja, Solo, Madura dan Bali.

Wayang Golek

Wayang golek merupakan kerajinan tangan yang berupa boneka kayu yang berasal dari sunda.

Wayang golek diperkenalkan pertama kali pada abad 17 oleh sunan kudus.

Wayang golek biasanya digunakan untuk pertunjukan yang berisi cerita atau ceramah.

Wayang golek mulai diberikan karakter pada abad 19 sampai abad 20. Salah satu karakter paling terkenal adalah Si Cepot.

Si cepot diciptakan oleh dalang yang bernama Ki H. Asep Sunandar Sunarya.

Selain si cepot, masih ada karakter-karakter lain dalam wayang golek, diantaranya Bima, Denawa Cilangap, Gatotkaca, Dewi Drupadi, Dewana Huntu, Gareng, Yudistira, Bambang Sumantri, Arjuna, Batara Bayu, Aswatama, Bambang Kaca, Batara Kresna, Dawala, Batara Rama, Semar Badranaya, dan Nakula Sadewa.

Wayang golek biasanya ditampilkan dengan alur cerita yang jelas. Pada umumnya bercerita tentang rakyat sunda dan menggunakan bahasa sunda.

Ada beberapa nama dalang terkenal yang sering menampilkan wayang golek, diantaranya Cecep Supriyadi, Entah Tirayana, Abeng Sunarya, dan yang menciptakan Cepot, Asep Sunandar Sunarya.

Wayang Kulit

Wayang kulit merupakan salah satu kerajinan tangan asli Indonesia yang berasal dari pulau jawa.

Wayang kulit berasal dari kata Ma Hyang yang memiliki arti ke roh spiritual. Sebagian orang mengartikal wayang kulit sebagai bayangan karena mereka hanya bisa menonton wayang kulit dibalik kelir jadi yang terlihat hanya bayangannya saja.

Karena belum ada bukti yang cukup kuat tentang asal mula kerajinan tangan wayang kulit ini, sebagian orang meyakini kalau wayang kulit ini muncul ketika ajaran Buddha dan Hindu masuk ke Asia Tenggara. Sehingga wayang kulit dipercaya berasal dari Tiongkok atau India.

Bahan baku untuk membuat wayang kulit adalah kulit sapi. Kulit sapi dijadikan lembaran dan kemudian lembaran kulit tersebut dibuat sesuai dengan karakter wayang yang diinginkan.

Satu buah wayang kulit biasanya memiliki ukuran 50cm x 30cm.

Ukiran Kayu Suku Asmat

Suku asmat di Papua memang terkenal dengan para pemahat kayu yang bisa menghasilkan produk dengan kualitas terjamin. Suku asmat berdiam di Teluk Cook dan Teluk Flaminggo, dipantai sebelah barat daya Papua.

Kerajinan tangan yang dihasilkan oleh suku asmat ini sangat menarik karena hasil pahatannya tidak biasa serta memiliki banyak makna yang tersirat didalamnya.

Alat yang digunakan untuk membuat ukiran kayu ini adalah kapak kayu, kulit kerang dan gigi binatang. Kemudian untuk menghaluskan ukiran yang sudah jadi menggunakan taring babi, tiram dan gigi ikan tertentu.

Cara pembuatan ukiran kayu ini sangat rumit dan harus melalui beberapa tahapan tertentu.

Tahap pertama dimulai dari memahat sepotong kayu yang sangat berkualitas untuk dibentuk. Selanjutnya proses pewarnaan pada ukiran kayu yang sudah jadi. Setiap warna yang digunakan pada ukiran kayu tersebut memiliki makna tersendiri bagi suku asmat.

Harga untuk sebuah kerajinan tangan dari suku asmat ini bisa mencapai miliaran rupiah. Bahkan karyanya telah dikenal dunia mancanegara. Namun sangat disayangkan masih kurang dihargai di Indonesia.

Kain Kulit Kayu Vuya

Pada zaman dahulu, sebelum adanya kain, pakaian yang digunakan manusia adalah berbahan kulit kayu. Nama kain kulit kayu ini adalah Kumpe dan Ivo. Namun di Sulawesi Tengah, masyarakat Donggala menamainya Vuya.

Masyarakat Donggala sudah membuat kerajinan tangan ini sejak ratusan tahun lalu dan masih bertahan hingga sekarang meski penggunaanya kian berkurang.

Cara membuat kulit kayu ini adalah dengan cara mengambil tangkai pohon tertentu, setelah itu dikeluarkan serat-seratnya, kemudian dimasak dan terkahir di fermentasikan.

Pewarna yang digunakan untuk kerajinan tangan ini menggunakan pewarna alami seperti direndam didalam lumpur untuk mendapatkan warna coklat.

Anyaman Pandan

Ada banyak daerah di Indonesia yang bisa menghasilkan kerajinan tangan anyaman pandan ini. Mulai dari Aceh, Bali, Kebumen, Indragiri Hilir, dan masih banyak lagi daerah lainnya.

Anyaman pandan ini sudah turun temurun dikerjakan sebagai mata pencaharian sebagian besar masyarakat di daerah tersebut.

Produk yang dibuat pun semakin berkembang, tidak hanya berupa tikar, tapi mereka bisa juga membuat tas, dompet, sandal, topi, dan produk lainnya yang modern.

Oleh karena itu, kerajinan anyaman pandan ini harus kita jaga dan lestarikan.

Itulah 6 kerajinan tangan asli Indonesia beserta daerah asalnya.

Semoga bermanfaat.