tertipu waktu

Aku Tertipu Waktu

Waktu berlalu begitu halus menipu kita yang terlena, belum sempat berdzikir pagi tau-tau hari sudah menjelang siang.

Rencananya jam 9 mau kerjakan tugas evaluasi, tiba-tiba jam 11 sudah terlewat. Kepinginnya setiap sore di awal waktu akan kerjakan tugas, tapi itu hanya judul “niatnya begitu”.

Komitmen akan menuntut ilmu dengan sungguh2 kian memudar. Semoga diri ini segera sadar.

Semua hanya rencana tanpa realisasi.

Akan terus beginikah nasib “hidup” menghabiskan umur?, berhura-hura dengan usia? Sampai akhirnya menjadi orang yang terlupa.

Lalu tiba-tiba masuklah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tak lama terasa menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan “Kek… Nek…” pertanda kita sudah tua.

Lalu sambil menunggu ajal tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa…???

Astaghfirullah… ternyata tak seberapa!!! sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tak pernah ada, silaturrahim rusak semua.

Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu sakaratul maut…???

Tambahkan usiaku ya Allah…!!!, aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajal.

Belum cukupkah menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?

Butuh berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, sore dan malam hari. Butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa mempersiapkan diri untuk siap mati.

Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang orang yang terlena.

Astaghfirullah…

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS Al Hadid: 20)

Leave a Comment