cara titip salam dan menjawabnya

Titip Salam, Cara Kirim dan Menjawabnya

Titip salam merupakan kebiasan yang dilakukan oleh orang yang tidak bisa bertemu dengan orang tua, saudara, teman atau yang lainnya. Untuk menunjukkan rasa cinta kepada yang bersangkutan, dia titip salam kepada orang lain yang bisa menemuinya.

Titip salam seperti ini sudah dilakukan sejak zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada beberapa riwayat yang bisa dijadikan rujukan mengenai titip salam ini. Berikut diantaranya.

Riwayat Titip Salam

  1. Riwayat Pertama

    Malaikat Jibril pernah titip salam melalui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Karena Aisyah tidak bisa melihat Malaikat Jibril. Dan ini juga menunjukkan bagaimana penghormatan yang diberikan Malaikat Jibril kepada Aisyah.

    Aisyah menceritakan,

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ ». فَقُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. وَهُوَ يَرَى مَا لاَ أَرَى.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Wahai Aisyah, ini Jibril, beliau menyampaikan salam untukmu.” Aku jawab, ‘Wa alaihis Salam wa Rahmatullah.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat apa yang tidak saya lihat. (HR. Bukhari 3217, Muslim 6457 dan yang lainnya).
  1. Riwayat Kedua

    Titip salam juga pernah dilakukan oleh Ibnu Abbas. Beliau pernah diundang untuk mendatangi sebuah walimah, namun Beliau tidak bisa hadir karena sedang sibuk menangani masalah pengairan. Beliau mengatakan kepada yang lain,

    أجيبوا أخاكم، واقرؤوا عليه السلام، وأخبروه أني مشغول

    Datangi undangan saudara kalian, dan sampaikan salamku untuknya. Sampaikan juga, saya sedang sibuk. (HR. Abdurrazaq dalam al-Mushannaf 19664, Baihaqi dalam al-Kubro 14317, dan sanadnya dishahihkan oleh Ibnu Hajar).
  1. Riwayat Ketiga

    Titip salam juga pernah dilakukan Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhu. Beliau pernah mengutus Ibnu Wabarah al-Kalbi untuk menemui Umar di Madinah. Diapun menemuinya, dan ketika itu ada Utsman, Abdurrahman bin Auf, Ali, Thalhah, dan Zubair binn Awam. Mereka bersandar di masjid. Abu Wabarah mengatakan,

    إِنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ أَرْسَلَنِى إِلَيْكَ وَهُوَ يَقْرَأُ عَلَيْكَ السَّلاَمَ

    Khalid bin Walid menyuruhku untuk menemui anda, dan beliau menyampaikan salam kepada anda. (HR. Ad-Daruquthni 3366).
  1. Riwayat Keempat

    Diriwayatkan oleh Abu Daud, bahwa ada seorang sahabat yang menyuruh anaknya untuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berpesan untuk menyampaikan salam kepada beliau. Beliau mengtakan,

    فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَبِى يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ. فَقَالَ « عَلَيْكَ وَعَلَى أَبِيكَ السَّلاَمُ »

    Akupun medatangi beliau. Aku sampaikan, ‘Sesungguhnya bapakku menyampaikan salam untuk anda.’

    Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Untukmu dan untuk bapakmu balasan salam.” (HR. Abu Daud 2936).

Cara Titip Salam

Dari beberapa riwayat di atas bisa disimpulkan bahwa orang yang titip salam, cukup mengucapkan titip salam. Artinya, dia tidak perlu mengucapkan ‘Assalamu alaikum’

Karena dari riwayat diatas, tidak kita jumpai dari mereka yang titip salam mengucapkan Assalamu alaikum. Baik Malaikat Jibril ‘alaihis salam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ibnu Abbas maupun Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhum.

Allahu a’lam

Cara Menjawab Titip Salam

Dari riwayat diatas, bisa kita simpulkan bahwa ada dua cara menjawab titip salam.

  1. Kita berikan basalan untuk orang yang menyampaikan dan yang menitipkan salam.

    Kita ucapkan, Wa Alaika wa Alaihis Salam wa rahmatullah wa barakatuh (Untukmu dan untuknya basalan salam beserta rahmat Allah dan barakahnya).

    Sebagaimana dalam riwayat Ahmad, ketika Aisyah mendapat salam dari Jibril, beliau menjawabnya,

    وَعَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    ‘Untuk anda dan untuknya basalan salam wa rahmatullah wa barakatuh’. (HR. Ahmad 24857)
  1. Bisa juga memberikan balasan hanya bagi yang menitipkan salam

    Maka kita ucapkan, Wa Alaihis Salam wa rahmatullah wa barakatuh (Untuknya basalan salam beserta rahmat Allah dan barakahnya).

    Sebagaimana jawaban A’isyah dalam riwayat Bukhari dan Muslim,

    وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    ‘Untuknya balasan salam wa rahmatullah wa barakatuh’

Itulah cara titip salam dan cara menjawab titip salam sesuai dengan ajaran islam. Semoga kita semua bisa mengamalkannya. Aamiin

Allahu a’lam

Referensi: konsultasisyariah.com

Leave a Comment