waktu

Waktu! Mari Kita Renungkan Bersama

Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata;

Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah Ta’ala, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu,

“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”

(Al Jawabul Kafi, 109)

Bukankah Allah Ta’ala memberi kita waktu yang sama 24 jam?

Yang jelas, yang kami nasihatkan kepada saudara-saudaraku agar antum sekalian semangat untuk menjaga waktu-waktunya, karena sesungguhnya waktu itu lebih mahal dari harta.

Apakah kalian tidak membaca firman Allah Ta’ala:

“Sehingga apabila telah datang kematian ke salah seorang dari mereka, maka ia berkata: Kembalikanlah aku. Semoga aku bisa kembali beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.’’

Dia tidak mengatakan: Kembalikan aku agar aku dapat bersenang-senang dengan dunia, namun dia mengatakan, ‘Semoga aku dapat beramal saleh terhadap apa yang aku tinggalkan,’ untuk menggantikan waktu yang telah ia lewati sebelum mati.

Maka,

Jadikan waktu-waktumu bertabur pahala, bukannya bertabur dosa dan hal-hal yang tidak bermanfaat!

3 thoughts on “Waktu! Mari Kita Renungkan Bersama”

Leave a Comment